panduan surat lamaran kerja yang baik

Tahu tidak, ternyata punya CV keren belum tentu menjamin HRD tertarik mengundang kamu interview. Memang CV memegang peran yang sangat penting untuk menentukan apakah kamu akan mendapatkan pekerjaan di posisi yang kamu incar atau tidak.

Tapi selain itu, ada satu elemen yang tidak kalah krusialnya untuk kamu perhatikan sebelum mengirim CV, baik lewat email mau pun secara print-out langsung. Ada yang bisa menebak apa itu? Betul, elemen krusial tersebut adalah cover letter atau surat lamaran kerja . 

Baca Juga:

Nah, buat kamu yang termasuk pencari kerja ‘pemula’, mungkin baru mengenal surat ini lewat pelajaran bahasa di kampus atau sekolahmu, dan bagi para pencari kerja ‘veteran’, pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah ini, kan, malah boleh jadi kamu sudah sering membuatnya.

Sebelum mempersenjatai CV kamu dengan surat sakti satu ini, ada baiknya kamu simak penjelasan kerjabox tentang segala detail yang perlu kamu tahu tentang surat lamaran kerja.

Apa itu surat lamaran kerja?

Secara singkat, surat lamaran kerja atau cover letter adalah surat formal berisi introduksi singkat tentang dirimu, tujuanmu dalam mengirimkan surat tersebut, dan apa yang saja yang kamu kirimkan menyertainya. Biasanya surat lamaran kerja dikirimkan bersama dengan CV atau resume dalam satu email atau amplop yang sama.

Perbedaan antara cover letter dengan application letter

Ada dua macam ‘surat pengantar’ CV atau resume yang paling populer, yaitu cover letter dan application letter. Kedua surat ini apabila dibahasaindonesiakan akan sama-sama bernama surat lamaran kerja, namun sebenarnya keduanya memiliki fungsi dan cara penulisan yang berbeda.

Application letter berfungsi menguraikan informasi tentang kualifikasi, kemampuan, strong points, pekerjaan yang telah lalu, serta informasi-informasi lain yang seharusnya dicantumkan apabila kita ingin melamar suatu pekerjaan. Fungsinya hampir sama dengan resume, hanya saja penulisannya dalam bentuk uraian surat,

Sementara cover letter mempunyai lingkup yang lebih sempit. Fungsi utamanya hanya memberikan informasi awal tentang dirimu dan tujuan kamu mengirimkan surat tersebut, serta data diri secara singkat dan dokumen-dokumen yang kamu.

Singkatnya, cover letter berfungsi sebagai perkenalan dan pendahuluan. Nah, jenis inilah yang akan kita bahas, yaitu cover letter secara detail.

Tujuan Surat Lamaran Kerja

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa surat lamaran kerja (dalam hal ini adalah cover letter) secara singkatnya berfungsi sebagai perkenalan dan pendahuluan.

Surat lamaran kerja secara singkat menguraikan latar belakangmu, kemampuan dan skill kamu, apa posisi atau bidang pekerjan yang kamu lamar, dan mengapa kamu merasa dirimu cocok untuk posisi atau bidang tersebut.

Adanya surat lamaran kerja memudahkan para pencari kerja untuk memberi penilaian awal tentang dirimu sebelum mengambil tahap selanjutnya yaitu membaca CV atau resume kamu.

Surat lamaran kerja dapat berperan untuk menawarkan kualifikasi dirimu kepada pencari kerja sementara resume dan CV bertindak sebagai backup yang merangkum semua detail dan fakta pendukungnya.

Selain itu, di Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya, surat lamaran kerja ini juga berfungsi menunjukkan etika dan kesopanan. Walau hal ini masih bersifat sangat subjektif, tetapi mengirimkan CV atau resume lewat email atau cetak tanpa berbasa-basi secara formal itu dapat dirasa kurang sopan.

Sebagai analoginya, tentu kamu tidak suka dengan tamu yang tidak dikenal tiba-tiba masuk begitu saja ke rumah kamu tanpa mengetuk pintu dulu, bukan? Nah surat lamaran kerja bisa dibilang berperan permisif sebelum menyampaikan pesanmu pada si pemilik rumah.

Kapan harus dikirimkan?

Sangat jarang sekali terjadi keadaan di mana kita bisa mengirimkan CV tanpa perlu mengirimkan surat lamaran kerja juga.

Kecuali kamu mengirimkannya melalui website pencari kerja yang hanya meminta kamu mengisi form data dan melampirkan softcopy CV, atau ketika iklan lowongan kerja tersebut menyatakan secara jelas bahwa kamu tidak perlu mengirimkan surat lamaran kerja, bisa dibilang surat lamaran kerja dan CV atau resume adalah satu kesatuan yang tidak bisa kamu pisahkan.

Adapun informasi tentang perlu-tidaknya kamu melampirkan surat ini biasanya tertera di iklan dan deskripsi lowongan pekerjaan yang kamu lamar. Jika tidak tertera, ambil aman saja dengan tetap mengirimkannya.

Sebaiknya seberapa panjang?

Surat lamaran kerja pada prinsipnya sama seperti CV dan resume. Bagaimanapun, HRD tidak akan punya banyak waktu untuk membaca berlembar-lembar aplikasi hanya dari satu pelamar kerja saja, maka sebisa mungkin maksimalkan suratmu dalam satu halaman A4.

Umumnya, surat ini biasa terdiri dari tiga paragraf. Paragraf satu untuk mengenalkan diri dan menjelaskan objektifmu, paragraf kedua untuk menguraikan kemampuan dan ‘daya jual’ kamu, serta paragraf ketiga sebagai penutup, digunakan untuk mengemukakan harapanmu, contohnya agar dapat diberikan kesempatan untuk interview atau berdiskusi dengan pencari kerja.

Kalau pun informasi yang ingin kamu cantumkan banyak sekali dan melebihi satu halaman A4, kamu bisa memainkan layout, margin, dan pengaturan huruf di halaman word-mu. Pokoknya, usahakan surat lamaranmu sampai ke tangan pencari kerja sepanjang satu lembar!

Personalisasikan cover letter kamu

Sebagaimana surat formal pada umumnya, sangat penting untuk mencantumkan kepada siapa lamaran kerja tersebut ditujukan. Oleh karena itu sebelum mengirimkannya, sangat penting untuk kamu dapat mencari tahu tentang perusahaan yang kamu lamar.

Tuliskan nama perusahaan dengan benar dan lengkap, serta nama bagian HRD atau orang yang bertanggung jawab atas perekrutan di perusahaan tersebut dan jabatannya, biasanya nama orang tersebut sudah diinformasikan di iklan lowongan kerja.

Namun apabila tidak ada nama staff yang ditujukan dan kamu tidak berhasil mendapatkan informasinya dari mana pun, cukup tuliskan saja “Bapak/Ibu, HRD/Personalia Yang Terhormat” jika dalam bahasa Indonesia, atau “To Whom It May Concern” dalam surat berbahasa Inggris.

Selain itu tuliskan seluas-luasnya kemampuan dirimu (tentunya yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut ya!) karena hal itu dapat memberikan perusahaan kesan personal dan gambaran yang lebih baik tentangmu.

Surat lamaran kerja harus terdiri dari:

Walau pun dapat memiliki isi dan struktur yang berbeda-beda tergantung keperluanmu dan request dari perusahaan tersebut, biasanya surat lamaran kerja terdiri dari beberapa poin berikut:

1. Introduksi singkat

Umumnya, surat lamaran kerja adalah lampiran yang pertama dibuka dan dibaca oleh pencari kerja. Nah, sebagaimana umumnya pembuka, maka surat lamaran kerja harus dapat kurang lebih memberikan pengenalan dan gambaran kasar dari dirimu agar HRD atau perusahaan tidak akan merasa asing lagi ketika bergerak untuk membaca CV kamu.

Kamu dapat juga mencantumkan data diri secara singkat seperti nama, tanggal lahir, kontak, alamat, dan pendidikan terakhir.

Tidak perlu terlalu mendetail karena data lengkapmu sudah tertera di CV atau resume. Hal ini hanya berfungsi memudahkan perusahaan dalam mencatat datamu.

2. Posisi atau jenis pekerjaan yang kamu lamar

Hal ini jelas penting sekali karena pada CV biasanya tidak disebutkan posisi apa yang kamu apply maka di surat lamaran kerja lah kamu dapat menuliskannya secara jelas dan spesifik.

Sebagai penunjang, kamu bisa juga menyebutkan jenis bidang yang kamu minati, karena tidak jarang HRD mempunyai pemikiran lain tentang posisi yang dirasakan lebih cocok untukmu.

Apabila posisi tersebut kebetulan berbeda dengan yang kamu sebutkan maka bidang yang kamu minati tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mereka.

3. Alasan kamu tertarik melamar posisi dan perusahaan bersangkutan

Semakin banyak yang kamu ketahui tentang perusahaan yang kamu lamar, semakin mereka akan menyukaimu pula dan semakin besar kesempatanmu dipanggil interview.

Sebelum melamar, ada baiknya kamu mencari informasi tentang posisi tersebut secara detail, kemudian bergerak di bidang apa perusahaan tersebut, bagaimana personality perusahaan, dan ciri-ciri karyawannya.

Ketika kamu mengetahui hal ini maka kamu dapat menjadi selangkah lebih maju dibanding sainganmu sesama pencari kerja yang melamar di posisi yang sama.

Kamu bisa menuliskan dengan jelas apa yang menurut kamu paling menonjol dan mengesankan dari perusahaan tersebut dan bagaimana dirimu dapat turut andil dalam meningkatkan kinerja mereka.

Apabila hal ini dilakukan dengan benar maka akan kamu dapat memikat hati perusahaan incaranmu secara jitu.

4. Uraian skill secara singkat

Di sinilah letak pentingnya kamu membaca secara cermat persyaratan kerja yang tercantum di iklan.

Dari sana biasanya dapat kamu ketahui secara langsung maupun tidak tentang skill dan kriteria calon pekerja yang diharapkan oleh perusahaan. Hal ini berfungsi tentu saja agar skill dan kemampuan diri yang kamu jabarkan dapat tepat sasaran.

5. Informasi yang direquest oleh pencari kerja

Informasi ini bisa berupa banyak hal, salah satu contohnya adalah gaji yang kamu harapkan, atau kesediaanmu untuk ditempatkan di cabang luar daerah.

6. Berkas yang disertakan

Rincikan secara singkat dan padat apa saja berkas-berkas yang kamu kirimkan sebagai bahan pertimbangan perusahaan. Pastikan kesemua berkas yang kamu cantumkan ini terlampir dengan benar di email atau map bersamaan dengan surat lamaran kamu.

7. Penutup dengan kalimat ‘Call to Action

Biasanya poin ini berada pada paragraf tersendiri di akhir surat. Penutup berfungsi untuk mengemukakan harapan kamu bersamaan dengan surat tersebut, ini sering pula disebut ‘call to action’.

Call to action dapat berupa pernyataan bahwa besar harapanmu untuk dapat bekerjasama dengan mereka, atau akan sangat baik sekali apabila kamu diberikan kesempatan untuk bertemu dan berdiskusi secara langsung lewat interview.

Apa pun itu, fungsinya adalah untuk mendapatkan respon dari si pencari kerja. Kemukakan pesanmu dengan tegas dan jelas bahwa perusahaan dapat menghubungi apabila mereka berkenan dengan CV dan resume kamu.

Elemen yang TIDAK boleh ada di Surat Lamaran Pekerjaan

Selain dari hal-hal yang perlu kamu cantumkan, pastinya ada juga hal-hal yang harus kamu hindari di dalam penulisan surat lamaran kerjamu. Nah untuk memastikan bahwa surat lamaran kerjamu tidak melayang ke tong sampah perusahaan, pastikan terbebas dari:

1. Kesalahan ejaan dan penulisan

Kesalahan penulisan dapat menimbulkan kesan bahwa kamu orang yang kurang teliti, yang mana sangat tidak disarankan untuk hal sekrusial mencari pekerjaan.

Sekarang telah banyak program atau situs koreksi grammar dan penulisan gratis di internet.

Sebagai contoh, untuk penulisan dalam bahasa Inggris, kamu bisa mencoba situs SpellCheckPlus, atau mengunduh plugin Kamus Bahasa Indonesia untuk microsoft word.

2. Mencantumkan seluruh resume atau CV kamu

Ingat, surat lamaran kerja hanya berfungsi sebagai pengantar resume atau CV kamu. Kamu tidak perlu memberikan informasi secara detail di sini, cukup rangkuman diri, skill, dan aplikasimu saja.

3. Informasi yang tidak terkait dengan pekerjaan yang dilamar

Seberapa pun kamu ingin terkesan informatif atau berwawasan luas, hal tersebut tetap tak akan ada gunanya jika tidak sesuai dengan yang dicari perusahaan.

Selain itu akan memenuhi surat lamaran kerjamu menjadi berlembar-lembar halaman yang tidak optimal. Ingat, keep it on point.

4. Opini negatif mengenai pekerjaanmu yang sekarang/telah lampau

Sangat tidak etis apabila kamu mengatakan hal-hal berimplikasi negatif di surat yang menjadi pertimbangan kualitas dirimu pertama kali.

Seberapa pun menyebalkannya bosmu atau pekerjaanmu, hal itu tidak akan memberikan rasa simpati di pihak pencari kerja. Jadi tolong hindari pencantuman hal-hal negatif tentang tempat kerja lama kamu.

5. Kualifikasi yang tidak kamu miliki

Hanya bicarakan kemampuan yang menonjol dari dirimu saja. Hindari penggunaan kalimat seperti “Walau saya tidak begitu menguasai bidang A, namun saya memiliki pengalaman dalam menangani bidang B”. Jangan berikan kesan negatif bagi dirimu sendiri.

6. Ekspektasi gaji

Kecuali hal ini diminta secara khusus oleh perusahaan, hindari untuk mencantumkan gaji apabila tidak diminta.

Membicarakan gaji bahkan sebelum kamu dipanggil interview akan mengesankan bahwa orientasi kerjamu adalah uang saja, yang mana hal ini bukan hal yang menguntungkan bagi perusahaan.

7. Informasi yang tidak benar

Ketika kamu berusaha untuk mengesankan pemberi kerja dengan memberikan informasi yang tidak benar baik tentang dirimu mau pun tentang perusahaan tersebut dan posisi yang kamu lamar, maka saat itu juga kamu membuang kesempatanmu untuk mendapatkan pekerjaan yang cocok untukmu.

8. Paragraf yang terlalu panjang

Jika surat lamaran kerjamu terdiri dari beberapa paragraf yang panjang maka pencari kerja kemungkinan besar akan melompatinya dan membaca paragraf lain yang lebih singkat.

Hal ini sangat beresiko membuatnya melewati informasi penting yang ingin kamu sampaikan. Usahakan satu paragraf suratmu berisi maksimal 5-6 baris dengan tidak lebih dari tiga kalimat di tiap barisnya.

Contoh Surat Lamaran Kerja Sederhana

Sebagai acuanmu, berikut contoh-contoh surat lamaran kerja yang baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris:


♥ Contoh Surat Lamaran Kerja Bahasa Indonesia


                                                                                          Jakarta, 12 Oktober 2017

Yth,
Bpk/Ibu Personalia
Garden Imajiner Indonesia
Jl. Kemang No. 105
Jakarta Selatan

Dengan hormat,

Sesuai dengan informasi adanya lowongan pekerjaan dari
PT. Garden Imajiner Indonesia yang saya dapatkan dari halaman situs
Garden Imajiner Indonesia pada tanggal 11 Oktober 2017. Saya bermaksud
untuk melamar pekerjaan dan bergabung ke perusahaan yang Bapak/Ibu
Kelola. Adapun bagian pekerjaan yang saya maksudkan adalah bagian
Fashion Designer.

Biodata:
Nama                     : Isyana Saraswati
Tempat / tgl. lahir   :  Jakarta, 2 Mei 1993
Pendidikan Terakhir : S1 Fashion Design, Lasalle College Jakarta
Alamat                   : Jl. Menteng Dalam no. 230
Telp/ HP                 : 0822xxxxxxx

Saya telah memiliki pengalaman bekerjasama dengan beberapa desainer
busana premium Indonesia. Selain itu saya telah terbiasa bekerja
di bawah tekanan dan deadline yang ketat serta mampu bekerja secara
mandiri maupun dalam tim. Saya juga dapat mengoperasikan
beberapa software desain dengan baik.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :

1. Creative Curriculum Vitae
2. Foto Copy Ijazah S1
3. Portofolio Desain
4. Foto copy Sertifikat Kursus dan Pelatihan
5. Foto diri 3×4 terbaru

Kesempatan wawancara dari Bapak/Ibu Personalia sangat saya harapkan
agar saya dapat menjelaskan lebih detail lagi mengenai potensi dan
kemampuan saya yang bisa berguna untuk perusahaan yang Bapak/Ibu
pimpin saat ini.

Terima kasih atas kerjasama dan perhatian Bapak/Ibu Personalia.

 

Hormat Saya,

Isyana Saraswati

Klik disini untuk melihat contoh surat lamaran kerja dalam Bahasa Indonesia lainnya.


♥ Contoh Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris


July 5th, 2017

Ms. Andrews
123, Beyonds Co.LTD
High School Boulevard,
California, 89001
United States

Dear Ms. Andrews,

My name is Sarah Sinneas. I’m interested in  the opportunity to apply
for the open Marketing Manager role at your company. After reviewing
your job description, it’s clear that you’re looking for a versatile
candidate to handle the numerous and varied responsibilities associated
with this role. Given these requirements, I am certain that I can meet
your expectations.

I am a passionate and dynamic recent college graduate 3.5 GPA, of
Business Management from Berkeley School of Business. Throughout my
academic career, I was consistently praised as team-worker, meticulous,
and active students by my professors and peers. While working on
academic and extracurricular projects, I developed proven selling and
marketing skills, which I hope to leverage into the marketing role at
your company.

After reviewing my resume, I look forward to discuss further of how my
skill could benefit your company. Please contact me at 321-123654 or
via email at sinneas@rocketmail.com to arrange for a meeting time.

Thank you for your consideration, and I look forward to hearing from
you soon.

Sincerely,

Sarah Sinneas.