3 poin penting cara membuat surat lamaran kerja

Coba Bayangkan, ada berapa banyak orang di luar sana yang juga mencari kerja seperti kamu? Terlebih lagi, pekerjaan yang mereka cari juga pekerjaan impian kamu. Yes! Your dream job isn’t belong for you only! 

Apalagi buat kamu yang fresh graduate yang masih minim pengalaman kerja, seringnya masih belum pe-de untuk kirim CV dan bahkan ada yang belum tau cara membuat surat lamaran kerja karena bingung harus mulai dari mana. Kebayang kan, harus berkompetisi dengan ratusan ribu lebih orang untuk dapat posisi dream job?

Tenang dulu. Karena kamu sebenarnya bisa mulai dari hal yang paling sederhana: memaksimalkan penulisan CV dan surat lamaran kerja kamu. Caranya gimana? Inilah yang mau Kerjabox uraikan. Mari kita bahas.

Pentingnya Surat Lamaran Pekerjaan yang “Tidak Seadanya”

Dimana-mana, pihak perusahaan—biasanya Divisi Personalia/HRD (Human Resources Development) yang menangani perihal lamaran pekerjaan—selalu membaca surat lamaran kerja terlebih dahulu sebelum lanjut ke CV.

Mengapa? Karena, umumnya surat ini berisi informasi singkat mengenai diri kamu, pekerjaan yang kamu incar, dan kualifikasi keahlian yang kamu miliki. Yang terakhir ini penting untuk kamu catat ya, karena perusahaan perlu tahu apakah skill yang kamu uraikan cocok dengan jenis pekerjaan yang mereka buka.

Selain itu, harus selalu diingat kalau surat lamaran kerja kamu itu bersaing dengan ratusan, ribuan—bahkan lebih—surat lamaran lain yang masuk ke perusahaan.kompetisi mencari pekerjaan kerjaboxJadi, kamu perlu tahu bagaimana cara membuat surat lamaran kerja agar dapat memikat perusahaan dan mendapat atensi untuk mereka proses selanjutnya.

Perhatikan beberapa poin penting dalam menulis surat lamaran pekerjaan yang mau Kerjabox uraikan berikut ini.


Poin 1: Format Surat Lamaran Kerja Harus Formal


Format penulisan surat lamaran kerja itu berkaitan dengan struktur surat. Ada tanggal, pihak perusahaan yang dituju, salam pembuka, paragraf pembuka, isi, penutup, dan salam penutup.

Sekilas, baku banget ya. Tentu saja, karena ini jenis surat resmi makanya harus formal. Ini menyangkut keseriusan kamu dalam melamar pekerjaan. Tata bahasa atau gramar juga harus diperhatikan, gak bisa bertele-tele banyak basa-basi ini-itu. Sebab, surat ini akan menggambarkan diri kamu.

Makanya juga, surat lamaran kerja itu baiknya pas satu halaman A4. Tidak lebih! Sangat penting untuk bisa meringkaskan diri kamu dengan menarik hanya dalam satu halaman saja.

Oke, Kerjabox langsung coba kasih contohnya. Biar pembahasannya bisa langsung aplikatif dan bisa kamu tiru. cara membuat surat lamaran kerja - contoh surat  Note: Contoh Surat lamaran kerja diatas bisa kamu download disini

Surat lamaran kerja umumnya berisi alasan mengapa kamu menulis, posisi apa yang kamu lamar, dan berdasarkan informasi dari mana. Kemudian berlanjut pada deskripsi skill kamu dengan pekerjaan tersebut, diakhiri dengan penutup.

Jenis surat lamaran kerja semacam ini sudah amat sangat umum bahkan cenderung basi. Tidak cocok jika masih kamu pakai untuk melamar pekerjaan dimana kreatifitas dan kepercayaan diri dibutuhkan di sini.

Kamu perlu ingat, surat lamaran kerja itu harus meringkaskan diri kamu seapik mungkin sehingga perusahaan tertarik mengontak kamu untuk interview.

♦ Paragraf pertama: strong opening statement…

cara membuat surat lamaran kerja - paragraf pertama 1

Di contoh surat lamaran kerja Kerjabox, paragraf pertama langsung dibuka dengan perkenalan background pendidikan dan pengalaman yang dimiliki yang sesuai dengan pekerjaan yang dilamar.

Ini bisa dibilang sebagai “strong opening statement”. Hal ini dapat menunjukkan kepercayaan diri kamu dalam melamar pekerjaan. Bahwa kamu adalah kandidat yang dapat diperhitungkan oleh perusahaan untuk minimal dapat kesempatan wawancara.

Tidak seperti surat lamaran kerja edisi jadul yang biasanya di paragraf pertama menyebutkan maksud penulisan surat dan sumber informasi lowongan pekerjaan, contoh dari Kerjabox justru menempatkan itu pada paragraf kedua. Ini cara yang kreatif dalam menyampaikan posisi kerja yang kamu lamar.

Coba bandingkan dua kalimat ini.

Surat lamaran kerja I: “Berdasarkan informasi lowongan pekerjaan pada Karir.com saya bermaksud melamar pekerjaan sebagai Desainer Grafis pada perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.”

Dengan yang ini.

Surat lamaran kerja II: “Melihat opening job application dari Grafis Komunika sebagai Desainer Grafis, saya sangat tertarik untuk melamar posisi tersebut.”

Kalau kamu adalah manager HRD perusahaannya, mana yang lebih menarik menurut kamu? Mestinya sih, yang kedua. Kedua kalimat ini sama-sama formal. Tapi, kalimat yang kedua memberikan kesan lebih fleksibel. Tidak sekaku kalimat pertama. Ringan, tapi tetap formal.

♦ Paragraf kedua: skill = job application…

Di paragraf kedua, tidak ada salahnya kalau kamu menguraikan pengalaman dan skill lebih yang kamu punya. Yang tentunya mendukung pengalaman sebelumnya, dan yang terpenting: relevan dengan job yang kamu apply.

Keahlian yang kamu tawarkan sebaiknya merupakan hal yang dibutuhkan perusahaan, sebab perusahaan perlu sinkronisasi antara skill dengan job-nya.

cara membuat surat lamaran kerja - paragraf kedua

Nah, bagaimana kalau jalur pendidikan yang kamu tempuh tidak sinkron dengan pekerjaan yang akan kamu lamar?  Seperti yang Kerjabox contohkan di atas, seorang lulusan Teknik Elektro yang memiliki hobi dan passion di bidang videografi melamar pekerjaan yang juga berhubungan dengan videografi. Cocok-cocok aja kan?

Banyak kok lulusan Ekonomi yang jadi jurnalis. Atau sarjana Pertanian yang malah ngelamar jadi fotografer. Kok bisa? Ya iya, sebab yang terpenting itu kesesuaian antara skill yang kamu punya dengan pekerjaannya.

Betul, kadang ada perusahaan yang menyebutkan syarat pelamar, misalnya “lebih disukai lulusan Teknik Arsitektur”, tapi kata “lebih disukai” bukan berarti menutup kemungkinan untuk kamu yang di luar keilmuan tertentu untuk dapat melamar pekerjaan selagi ada sinkronisasi keahliannya.

Kalau kamu sudah punya skill-nya, apa ada alasan buat nggak pe-de?

Dalam mendekripsikan keahlian dan pengalaman ini, kamu tidak perlu menyertakan semuanya sampai detail seperti yang kamu cantumkan di CV. Nggak perlu copy-paste banget. Cukup poin penting yang menjadi kelebihan utama kamu dibandingkan pelamar lainnya.

♦ Paragraf ketiga: siap untuk interview…

cara membuat surat lamaran kerja - paragraf penutup

Kita lanjut ke paragraf ketiga alias paragraf penutup. Di sini, sebutkan bahwa kamu menyertakan resume (CV) dan portofolio pekerjaan atau tugas yang pernah kamu tangani dan tentu saja, kamu siap untuk melakukan wawancara personal dengan pihak perusahaan.

contoh surat lamaran kerja  ♥ BACA JUGA ♥

12+ Contoh Surat Lamaran Pekerjaan dlam berbagai Profesi/Bidang

 

 


Poin 2: Struktur Penulisan Surat Harus Tertata Rapi


Setelah kamu paham mengenai format surat lamaran kerja, yang tak kalah penting adalah struktur penulisan suratnya. Jangan anggap remeh ya, karena struktur penulisan surat ini membutuhkan ketelitian. Apa saja itu?

♦ Isi Surat 3-4 Paragraf

Seperti yang Kerjabox contohkan di atas, surat lamaran kerja cukup hanya berisi 3-4 paragraf saja. Hal ini menyangkut isi surat yang harus to the point, tapi tidak kehilangan deskripsinya. Karenanya, lebih penting menjabarkan keahlian dan pengalaman kamu dibandingkan memasukkan data diri—meskipun singkat—seperti contoh surat lamaran kerja edisi jadul yang sudah sering kamu temukan di banyak referensi lain. Sebaiknya, perihal data diri cukup dicantumkan di CV saja.

♦ Panjangnya Cukup Satu Halaman A4

Biasanya, surat lamaran kerja itu cuma selembar. Tidak perlu berpanjang-panjang untuk menguraikan maksud kamu. Kerjabox sebelumnya sudah sebutkan, orang HRD itu pada sibuk. Tidak punya banyak waktu hanya untuk membaca satu per satu dengan seksama surat lamaran kerja yang masuk ke perusahaan. Jadi, satu halaman A4 akan sangat cukup untuk mengatakan siapa diri kamu, kualifikasi skill, ketertarikan terhadap pekerjaan yang dilamar, serta keinginan agar pihak perusahaan mau mengontak kamu.

Trus, gimana kalau ternyata suratnya memang harus agak panjang? Saran Kerjabox coba set ulang margin kertasnya. Berapa sentimeter batas jarak pinggir kertas yang dapat menampung surat lamaran kerja kamu hingga menjadi satu lembar saja. Kalau standar umum, biasanya batas margin kertas itu 1” atau sekitar 2,5 cm. Tapi, customize batas margin sendiri juga tidak masalah selama itu memang kamu butuhkan dan surat tetap muat satu halaman.

♦ Font Surat yang Formal dan Enak Dilihat

Oke, di antara sekian jenis huruf yang ada di Microsoft Word, mana sih yang harus dipilih untuk menulis surat lamaran kerja? Bebas mana kamu suka atau ada aturan bakunya?

Kebanyakan nih, kalau di negara kita ini, untuk surat-surat resmi biasanya memang menggunakan jenis huruf atau font yang sudah umum. Sebut saja Times New Roman. Font ini digunakan hampir di seluruh instansi pemerintah, lembaga pendidikan, dan perusahaan swasta.

Tapi, tidak masalah jika kamu menggunakan font yang lain, semisal Arial, Verdana, Calibri, Trebuchet MS, Tahoma, dan Century Gothic. Sebab, jenis-jenis huruf ini bisa dibilang sudah banyak dipakai untuk penulisan surat maupun laporan resmi. Yang penting, hindari jenis huruf yang jelimet atau membuat surat jadi susah dibaca.

Faktor keterbacaan huruf harus sangat kamu perhatikan lho. Sudah bikin format penulisan surat yang strong dan kreatif, tapi kalau susah dibaca sih, percuma aja. Dan yang tak kalah penting perhatikan font size surat kamu.

Untuk Times New Roman dan Arial, biasanya 12 pt adalah ukuran yang sudah pas diterima mata. Nggak terlalu besar, dan nggak kekecilan juga. Font size bisa ditambah menjadi 14 pt atau 16 pt khusus untuk penulisan nama kamu. Tujuannya ya, biar mencolok dan menarik perhatian ketika dibaca tim HRD.

♦ Make White Space / Spasi Kosong

Mau semenarik dan sekreatif apapun penulisan kalimat surat kamu, tapi kalau nggak ada spasi kosong juga sama aja dengan mengantarkan surat kamu ke tumpukan paling bawah. Atau yang lebih parah ke mesin penghancur kertas. Spasi kosong pada surat dibutuhkan untuk mendukung faktor keterbacaannya. Coba deh kamu baca surat yang tiap paragrafnya tidak ada jarak satu spasi. Males banget kan? Bikin sakit mata kan? Makanya, perlu ada jarak spasi di dalam surat yang kamu buat. Mulai dari penulisan tanggal ke penulisan tujuan surat, itu biasanya ada jarak satu spasi. Begitu pula di tiap paragraf. Sampai nanti ke penutup surat. Persis seperti contoh surat yang Kerjabox kasih. White space itu bikin surat sedap dipandang mata. Bacanya enak, nggak bikin mata cepet capek.

♦ Pilih Berat dan Warna Kertas yang Sesuai (Jika Hard Copy)

Karena ini surat resmi yang mewakili diri kamu, sebaiknya pilih kertas yang tidak terlalu tipis. Misalnya kertas 80-100 gram. Warna yang biasa dipakai yaitu putih polos. Nggak perlu dibuat warna-warni seperti pelangi juga ya.

Karena, seperti yang sudah Kerjabox bahas sebelumnya di poin pertama, surat lamaran kerja harus formal, rapi, dan nyaman dibaca. Dan warna putih dapat merepresentasikan hal ini. Namun, di beberapa jenis surat bisnis warna putih gading juga dapat digunakan karena menimbulkan kesan klasik dan profesional.

Satu lagi yang harus dijadikan catatan, jika kamu mengirimkan surat lamaran kerja dalam format soft file, bubuhkan tanda tangan kamu dengan men-scan-nya. Alhasil, surat lamaran kerja kamu juga bisa persis sama seperti format yang hard copy.

Sebagai tambahan, Kerjabox juga sudah pernah membahas element yang tidak boleh ada pada surat lamaran kerja disini.

Poin 3: Gunakan Template Desain Surat untuk Memunculkan Efek Eye-Catching

Surat lamaran kerja itu ibarat sampul buku. Karena itu juga jenis surat ini dalam istilah bahasa Inggris disebut dengan cover letter. Ada juga sih, yang menyebutkan applicaton letter. Meski sama-sama diterjemahkan surat lamaran kerja, namun penyebutan cover letter dalam bahasa Inggris lebih tepat.

Nah, namanya saja cover letter , karena itulah surat ini benar-benar harus menampilkan diri dan kemampuan kamu sebagaimana pengalaman dan skill yang kamu punya. Ya seperti sampul buku itu tadi. 

Coba Kerjabox tanya ke kamu, pas lagi jalan-jalan ke toko buku, apa sih yang membuat kamu tertarik membeli sebuah buku? Hal yang paling pertama terlintas tentu saja saat melihat cover-nya. Disana ada “permainan” tata letak atau lay out, gambar, font dan font size-nya, warna, dan seterusnya.

Begitu pula halnya dengan cover letter. Lha, emangnya mau bikin surat lamaran kerja persis sama kayak sampul buku? Bukannya cukup dengan satu halaman A4, tinggal tulis tanggal, bla bla bla.. bla bla bla dan bla bla bla. Hmmm, yakin mau bikin surat lamaran kayak gitu?

Gimana mau menarik atensi perusahaan kalau kamu hanya buat surat lamaran seadanya aja? Polos kayak mi instan. Inget lagi ya, surat lamaran kerja kamu punya banyak kompetitor! Harus bisa eye catching, karena perusahaan tidak bisa berlama-lama membaca dengan detail setiap surat lamaran kerja yang masuk.

Template = Cetakan desain…

Disinilah ada yang namanya fasiltas template. Sederhananya, template itu ibarat cetakan desain yang sudah jadi, yang bisa kamu pakai sesuai dengan kebutuhan surat kamu. Jadi, kalau pake fasilitas template, surat lamaran kerja kamu nggak kelihatan polos aja, tapi ada sedikit penonjolan lay out, sedikit permainan warna di beberapa bagian surat yang memang perlu, dan menimbulkan efek eye-catching ketika pertama kali orang lain membacanya.

cara membuat surat lamaran kerja - kop surat

Mari kita perhatikan lagi contoh surat lamaran kerja yang Kerjabox kasih di atas. Ada semacam “kop surat” di bagian atas atau header kertas. Nah, hal ini nggak akan kamu temukan di surat lamaran kerja edisi jadul yang Kerjabox sebut-sebut sebelumnya. Ini adalah salah satu inspirasi dari desain template.

Fasilitas template tidak akan membuat surat kamu jadi nggak formal dan rapi, justru dengan menggunakan template akan memunculkan kesan kreatifitas, fleksibel, tapi nggak kehilangan poin-poin penting yang wajib ada di surat lamaran kerja. Harus dibedakan ya, formal dan rapi itu bukan berarti harus menjadi kaku.

Pemakaian template juga menunjukkan keseriusan dalam melamar pekerjaan. Kok bisa? Ya iya, karena butuh waktu lebih untuk mempersiapkan surat yang memakai template daripada surat yang biasa saja. Dari segi hasil juga membuat surat lamaran kerja menjadi lebih eye-catching.

Gimana kalau kamu sama sekali nggak bisa ngedesain? Ya sama sekali bukan masalah kok! Namanya aja template. Artinya, desain itu sudah ada, tinggal kita pakai dan aplikasikan sesuai dengan kebutuhan.

Contohnya nih, dari Microsoft Word sudah ada fasilitas ini. Coba kamu klik File>>New>>Sample Template.

Nah, di situ kamu tinggal pilih desain template yang kamu inginkan dan edit sedikit untuk menyesuaikan dengan isi surat kamu. Gampang kan? Atau untuk pilihan lain, kamu bisa download di internet. Ada sangat banyak pilihan desain template.

Kalau suratnya nggak usah pakai template gimana? Ya tidak masalah. Poin ini hanya pilihan jika kamu ingin mendapat nilai tambah meski baru hanya lewat surat lamaran kerja.

Penulisan surat lamaran kerja yang tampak polos dan biasa bukan berarti tidak akan bisa diterima perusahaan, hanya saja saran Kerjabox, untuk bisa mendapat atensi dan dilirik perusahaan, kamu harus menampilkan diri kamu semaksimal mungkin kan? Sememikat mungkin kan?

Nah, salah satu caranya ya dengan menggunakan fasilitas desain template. Minimal, kalaupun skill dan pengalaman kamu standar-standar saja, penggunaan template pada surat lamaran kerja kamu setidaknya membuat kamu bisa mendapatkan peluang lebih untuk dapat dimasukkan ke dalam daftar kandidat potensial perusahaan.

Nah, demikian cara membuat surat lamaran kerja yang menarik versi Kerjabox. Semoga membantu.