cara membuat cv

Untuk kamu yang baru lulus dan sedang semangat-semangatnya mencari pekerjaan, pasti pernah mengalami ini: duduk di depan layar komputer berjam-jam hingga mata pedih hanya demi merangkai pengalaman kita satu-persatu di selembar halaman word, atau googling cara membuat CV lamaran kerja di internet kemudian mulai menulisnya sesuai data dan pengalaman kita.

Kemudian setelah membaca berkali-kali dan sudah merasa format curriculum vitae kita cukup baik, lantas kita sebarkan CV itu ke puluhan lowongan dari perusahaan yang berbeda sambil lalu duduk manis di dekat handphone, jaga-jaga kalau salah satu dari perusahaan itu menghubungi kita.

Namun kenyataannya, setelah berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan lamanya, nggak ada satu pun dari perusahaan itu yang menghubungi kita!

Baca Juga: Panduan Surat Lamaran Kerja : Super Lengkap “Update 2017”

Kenapa ya? Apa yang salah dengan cara membuat CV kita? Eits, jangan bingung dulu. Sebelum mulai menyalahkan HRD atau orang yang CV-nya kita kopi dari internet (atau bahkan menyalahkan diri kita sendiri), rupanya ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam membuat Curriculum Vitae yang baik dan benar.

Apa itu CV (Curriculum Vitae)?

Yakin kamu bisa membuat CV yang baik dan benar tanpa tau apa itu CV Sebenarnya? Oke, jadi Curriculum Vitae atau yang biasa disingkat CV ini aslinya berasal dari bahasa Latin. Curriculum artinya adalah “Pelajaran” dan Vitae artinya adalah “Hidup.

Namun apabila digabungkan maka terbentuklah arti baru, di mana Curriculum Vitae adalah dokumen singkat untuk menguraikan siapa kamu dan apa yang dapat kamu lakukan.

Hal ini termasuk dengan mencantumkan latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan kegiatan pendukung lainnya. Singkatnya, Curriculum Vitae merupakan alat untuk mempromosikan dirimu di mata profesional.

Satu hal yang harus kamu perhatikan nih, jangan samakan CV dengan resume ya! Walau fungsi dasarnya sama, CV biasanya memiliki jumlah halaman yang lebih banyak, berisi detail dari latar belakang pendidikanmu, pengalaman kerja, keterampilan yang kamu miliki, penghargaan yang pernah kamu raih, penelitian yang pernah kamu lakukan, dan lain sebagainya.

Sifatnya lebih umum dan menyeluruh. Sementara Resume hanya berisi data-data yang relevan dan mengacu pada satu tujuan atau posisi tertentu yang kamu lamar. Jumlah halamannya pun pada umumnya lebih sedikit.

Cara Membuat CV atau Curriculum Vitae

Kamu sudah tau apa itu CV, so selanjutnya gimana cara membuatnya? Nah pertama-tama, ada beberapa elemen dasar dalam pembuatan CV, yaitu:

1. Informasi Kontak

Ini elemen paling penting di CV kita. Sekeren apa pun desain CV dan se-outstanding apa pun pengalaman kita, tanpa kontak yang jelas gimana caranya perusahaan menghubungi kita?

Pastikan kamu menulis namamu dengan lengkap (psst, biasanya HRD akan mengetik nama kita di browser sebelum mempertimbangkan untuk memanggil kita interview lho), nomor telepon dan handphone-mu dapat dihubungi, alamat emailmu cukup suitable untuk kepentingan profesional, dan alamatmu sudah benar.

2. Informasi Personal

Bagian ini berisi gender, tanggal lahir, kebangsaan serta informasi apa pun yang menurut kamu cukup penting dan bersedia kamu cantumkan, seperti status dan agama.

3. Latar Belakang Pendidikan

Latar belakang pendidikan berisi nama institusi akademis yang telah dan sedang kamu jalani, jurusan atau konsentrasi pendidikan apa yang kamu ambil, dan tahunnya. Buat daftar pendidikanmu secara kronologis dan pastikan hanya memasukkan informasi penting saja.

Banyak perusahaan yang menyarankan sebaiknya cantumkan riwayat pendidikan tinggi saja, which is mean, nggak terlalu penting kalau kamu ikut mencantumkan TK, SD, dan SMP-mu juga karena in the end, penjurusan yang akan berpengaruh pada pembentukan keterampilanmu dimulai dari tingkat Sekolah Menengah atas dan perguruan tinggi.

4. Pengalaman Kerja

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam membuat cv adalah urutkan secara kronologis berdasarkan yang paling baru. Berikan informasi lama kerja, nama perusahaan, nama jabatan, dan deskripsikan secara singkat deskjob-mu di tiap jabatan tersebut.

5. Kegiatan Ekstrakurikuler

Akan selalu ada nilai tambah bagi kamu-kamu yang aktif di kegiatan luar akademik. Misalnya kamu pernah menjadi panitia di sebuah kegiatan besar, jadi pengurus BEM, berpartisipasi dalam penyelenggaraan acara amal, silakan tulis semua pengalaman ekstrakurikulermu.

Semakin banyak kegiatan, para pencari pekerjaan akan menilai kamu sebagai pribadi yang aktif, mudah bersosialiasi, dan mampu bekerjasama dalam tim. Ketiga sifat ini sangat dibutuhkan bagi hampir semua pekerjaan dan mampu memperbesar kemungkinanmu dipanggil interview!

6. Pelatihan dan sertifikasi

Keterampilan dan pengetahuan nggak hanya bisa didapatkan di dalam kelas, seminar-seminar dan workshop juga dapat menjadi alternatif lho. Di samping itu, sertifikat adalah bentuk validasi atas kemampuan yang kamu miliki, so jangan lupa memasukkan dokumen yang satu ini bila kamu memilikinya ya!

7. Penghargaan

Kamu pernah menang olimpiade matematika? Cerdas cermat antar sekolah? Kompetisi beladiri tingkat nasional? Nggak usah ragu untuk menulisnya! CV adalah ajang memamerkan diri dan berbangga terhadap prestasi yang kita raih. Semakin banyak prestasi kamu, apalagi bila berkaitan dengan bidang pekerjaan yang kamu lamar, semakin besar juga nilai kamu di mata pemberi kerja.

8. Keterampilan

Nah, yang satu ini bisa dibilang ‘ringkasan’ kemampuan yang kamu miliki berkat pengalaman kamu di point 3-7. Misalnya kamu melamar jadi desainer, tuliskan secara singkat apa aliran spesialisasi kamu, software yang mampu kamu gunakan, dan sebagainya. Semakin spesifik maka akan semakin baik.

Menulis CV yang sempurna memang susah-susah gampang, tapi percaya deh, tidak ada CV yang benar-benar salah apabila kedelapan elemen ini ditulis secara baik dan semestinya.

Sesuaikan CV dengan Pekerjaan

Cirriculum Vitae kamu sudah sesuai dengan kedelapan poin di atas tapi belum juga dapat panggilan interview? Nah, coba cek lagi apakah CV yang kamu kirim sesuai dengan pekerjaan yang kamu lamar? Apabila kamu melamar di bidang formal contohnya finansial atau bisnis, sah-sah saja memakai CV yang sederhana dan praktis. Tapi apabila kamu melamar di bidang kreatif dan CV kamu hanya CV formal yang sederhana, tentu saja kemungkinan kamu dilirik sangat kecil!

Contoh Curriculum Vitae yang Baik dan Benar

HRD menerima puluhan hingga ratusan surat lamaran setiap hari. Oleh karena itu mudah sekali kamu tereliminasi apabila format CV-mu tidak sesuai. Untuk membantumu, berikut adalah beberapa contoh Curriculum Vitae yang bisa kamu jadikan referensi:

Contoh 1:

                                             Curriculum Vitae

Data Pribadi
Nama                            : Bagas Ramadhan
Tempat, Tanggal Lahir  : Bandung, 30 Oktober 1993
Jenis Kelamin               : Laki-laki
Agama                          : Islam
Kewarganegaraan        : Indonesia
Alamat                          : Jl. Batu Tulis Raya No. 20,  Bandung 10120
Telepon                         : 022 -19309830 (Rumah)
                                      : 0857-8137-2837 (Handphone)

Latar Belakang Pendidikan

Formal
2006 – 2009 : SMP Negeri 24 Bandung
2009 – 2012 : SMEA Bandung Raya
2012 – 2015 : Teknik Kimia, Universitas Negeri jakarta

Non Formal
2012 : Training ISO 2012
2013 : Seminar Gizi dan Kesehatan Nasional, Jakarta
2014 : Training Internasional Spectrophotometry UV-Vis for Analytical 
           Laboratory Instruments, Singapura.

Kemampuan Yang Dimiliki
Penggunaan Instrumentasi kimia Spektrofotometri UV-VIS, Kromatografi GC-MS, HPLC.
Komputer (MS Word, MS Excel, MS PowerPoint, MS Access, MS Outlook dan Internet).

Pengalaman Kerja

Maret 2015 – April 2015
Praktek Kerja Badan POM Bandung, Sebagai Analis Lab Terapeutik, 
Narkotik, Kosmetik, dan Obat Tradisional
Rincian Pekerjaan:
Melakukan pengujian terkait bidang narkotik, kosmetik, dan obat-obatan.

Januari 2016 – Sekarang
DLBS Indonesial, sebagai Analis Research and Development
Rincian Pekerjaan:
- Melakukan riset terkait produk.
- Bekerja bersama tim produksi untuk mengembangkan produk baru.

 

Contoh 2:

                       Curriculum Vitae

 Biodata Pribadi
 1. Nama                : Ito Situmorang
 2. Tempat, Tgl. Lahir  : Semarang, 09 Januari 1990
 3. Agama               : Islam
 4. Domisili            : Jl. Diponegoro Dalam No. 22
 5. Jenis Kelamin       : Laki-laki
 6. Status              : Belum Menikah
 7. No. Hp              : 08xx-xxxx-xxxx
 8. Email               : situmorangito@gmail.com
 
 Riwayat Pendidikan
 
 I. Pendidikan Formal 
Lulus SDN 1 - Jakarta (1997)
Lulus SMPN 12 - Jakarta (2000)
Lulus SMAN 8 - Jakarta (2003)
Lulus Universitas Indonesia – Hubungan Internasional (2007)

II. Pendidikan Non-Formal 
Pelatihan Adobe Photoshop CS 6 (2010)

Pengalaman Organisasi 
2005 : Anggota BEM FISIP  UI
2005 : Ketua Panitia Pelaksana Seminar International Panel FISIP UI 5th
2006 : Ketua BEM FISIP UI

Keterampilan
Bahasa Inggris - tingkat fasih
People Communications
MS. Office
Project Planning

Prestasi
2005: Juara II olimpiade Taekwondo Tingkat kota Jakarta
2006: Juara III olimpiade Taekwondo tingkat Nasional
2007: Juara I olimpiade Taekwondo tingkat Nasional

Hal-hal lain yang harus diperhatikan dalam membuat CV adalah gunakan font yang jelas dan enak dibaca, gunakan layout yang tidak memusingkan, dan terakhir bacalah CV kamu berkali-kali dan pastikan tidak ada typo.

Pada akhirnya, CV adalah sebuah senjata awal. Yang menentukan apakah kamu cukup qualified atau tidak di mata pemberi kerja adalah kamu sendiri. Jadi pastikan juga kamu sudah mempersiapkan dirimu sebaik mungkin sebelumnya ya!